everything has two sides, like a coin

Pertama kali tau kalau aku gagal masuk SMA favoritku dan malah ketiban sial keterima di SMANIVDA, aku stres berat. Suer kewer-kewer deh. Aku shock menerima kenyataan bahwa aku akan bersekolah di sekolah yang superpanas, belum dipaving dan minim fasilitas. Kalau dibandingin sama SMPku dulu, jauuuhhhh…….

Aku ngedumel setengah idup, ngoceh sana-sini mirip kenari piaraan masku dan yang pasti nangis bombay dalam hati. Aku ga pernah nangis sesenggukan, paling mentok mbrebes mili. Yahh… kalian boleh menganggapku sok tegar atau gimana, tapi yang jelas tiap orang punya cara sendiri untuk menumpahkan kesedihannya. Dan caraku adalah menangis dalam hati, bukan berok-berok ga karuan sambil kayal-kayal.

Jujur, aku merasa ‘aku mampu’ untuk masuk ke sekolah yang lebih dari ini. Aku merasa ‘otakku cukup pintar’ untuk tembus PSB sekolah impianku. Tapi ternyata aku gagal. Aku harus membuka mata bahwa nyatanya aku terdaftar menjadi siswa di SMA yang sumpah mampus super duper gersang ini.

Saat itu, logikaku berontak mati-matian saat melihat namaku tertera di daftar pengumuman siswa baru smaniv. Aku merasa ‘semestinya tempatku bukan disini’. Apalagi banyak temenku yang secara otak *kelihatannya* di bawahku ternyata tembus PSB smanis atau smantig. Jelas aja itu bikin hati semakin kayak diiris-iris. Bukan pake belati tajam, tapi pake silet karatan yang efeknya selain sakit juga berpotensi nginfeksi tetanus.

Sekarang coba posisikan dirimu dalam posisiku. Dimana kamu merasa sanggup untuk menggapai impianmu, saat kamu merasa lebih dari cukup untuk melampauinya, ketika kamu benar-benar yakin akan sukses mendapatkannya dan ternyata KAMU GAGAL.


Gimana perasaanmu saat itu? Sakit? Ga terima? Yahhh….. itu yang kurasain saat itu. Sejak saat aku tau bahwa aku menjadi murid IV, bukan IS, aku melupakan satu poin penting : rasa syukur. Iyalah….. masuk SMA padang pasir yang superminim fasilitas apa bagusnya coba?? Ada juga bikin tekanan mental.

Tapi perlahan namun pasti, lambat laun aku mulai merubah pola pikirku. Setelah hampir tiga tahun menghuni ‘rumah keduaku’ ini, aku mulai bisa melihat sisi lain atas kesialanku itu. Seperti koin, tiap bagian kehidupan juga selalu mempunyai 2 sisi yang bertolak belakang dan kita ga boleh melihatnya hanya dari satu sisi.


Andai danemku ga 28.80 dan nilai tesku ga 16.25 *seingatku*, aku ga bakal masuk SMAN 4 Sidoarjo dan pasti bisa keterima di sekolah favoritku. Andai aku ga mau masuk smaniv dan lebih milih sekolah di swasta *yang lebh elit*, aku ga bakal pernah ketemu kalian semua dan DIA tentunya. Hmmmm……

Iyahhh sodara-sodara seiman, sebangsa dan setanah air…… itu hikmah yang bisa kuambil dari keapesanku tersebut. Inilah cara Tuhan mempertemukan kita. Inilah cara Tuhan menunjukkanku jalan menemukan teman-teman terbaik seperti kalian. Dan inilah cara Tuhan membuka pintu hatiku untuk cinta, pada dia.

Kalau semua kesialan itu ga terjadi…. Kalau jalanku meraih mimpi selalu mulus…. Kalau aku selalu mendapat apa yang kumau…. Mungkin kita ga bakal saling kenal, ga bakal menjalin pertemanan dan ga bakal bisa nunjukin pada dunia arti sahabat.

Mulai detik aku membuka sisi yang lain tersebut, aku pun mulai meyakinkan hatiku betapa Tuhan sungguh teramat baik. Dia sungguh Maha Pengasih. Dia sengaja memberi kita haus agar kita tau betapa pentingnya air. Dia menyayangi kita dengan cara-Nya yang ga kita tau. Jangan menyeraaaahhhhh….. dan ternyata di balik cobaan yang diberikan-Nya, Dia telah menyiapkan kado istimewa utuk kita. Dan kado spesial atas kesialanku menjejakkan kaki disini adalah : KALIAN dan DIA yang teramat kusayang.


fesbuk, 18 Oktober 2009 jam 17:53

salam imut selalu,

suuPhieRhero🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s