our hands hold our future

Jujur, sampai saat ini aku masih belum seratus persen percaya kalau aku udah bangkotan di sekolah menengah. Aku udah tingkat akhir dan bentar lagi bakal jadi mahasiswa. Sumpah mampus aku sama sekali ga bener-bener yakin kalau next year I will being a warrior, battle together for national examination.

Pikiranku kembali lagi ke masa beberapa tahun lalu saat aku kelabakan nyari perlengkapan MOS. Yang nyari permen KISS tulisan ini lah, yang sampul buku warna item lah, yang makan harus lauk tahu tempe telor lah, yang rambut dikepang sesuai tanggal lahir dan sebagainya. Aku masih inget semua itu, masih.

Aku masih inget dengan baik dan benar saat aku pertama kali ketemu Bajul dan jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Aku juga masih inget saat aku dapetin tanda tangannya dan nulis gede-gede tanggal lahirnya di note MOS seolah-olah 23 Februari 1990 adalah hari terpenting kedua setelah 17 Agustus. Sungguh, semua hal dari mulai pertama aku nginjekin kaki di sekolah Arab (karena mirip gurun) ini sampai sekarang aku mau lepas dari tempat belajar yang sekarang udah mulai di paving. Huuuaaahhhhhh………

Waktu terus berjalan tanpa pernah memberi kesempatan sedetikpun untuk berhenti, apalagi berjalan mundur. Dan kini, saat suara detik jam terasa sangat keras terdengar, waktu mulai menyadarkanku akan hal penting yang *mungkin* udah saatnya kupikirkan : akan kemana dan jadi apa aku setelah ini??

Baret di dasi abu-abuku udah 3, angka romawi di buku diktatku juga XII, artinya aku udah kelas akhir di SMA ini. Tinggal hitungan bulan aja aku jadi seorang ‘siswa’. Tapi aku masih belum tau kampus mana yang akan kupilih jadi tempatku menjadi ‘maha’. Aku dilema, bingung milih perguruan tinggi yang akan jadi tempatku kuliah nanti.

Sama ortu sih disuruh masuk kedokteran, tapi aku nolak. Pertama, aku ga suka bau obat, darah dan kawan-kawannya. Kedua, aku takut otakku ga sanggup. Ketiga, mahaaalll…… Oke, pilihan selanjutnya adalah STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara). Bagus sih *katanya* soalnya ada ikatan kerja, jadi abis lulus ntar ga usah susah-susah cari kerja. Tapi aku ga suka kerja kantoran.

Aku sih maunya jadi guru. Suka aja, cita-cita dari kecil. Berbagi ilmu, membuka cakrawala ilmu, menembus dimensi pengetahuan tanpa batasan waktu. Tapi kalau jadi guru, aku cuma dikasih satu pilihan : masuk PGSD. Iya sih prospek ke depannya bagus, tapi abah, umi’ sama mas Bakhtiar juga guru SD. Masa ya satu rumah semua jadi guru SD? Ya emang ga ada yang salah sihh jadi seorang guru SD. Tapi aku maunya jadi guru Bahasa Indonesia.

Tapi aku sebagai anak nurut aja. Aku ga ada keberanian buat jadi anak durhaka. Masalahnya, aku ga tau mau ke UM atau UNESA buat kuliah ntar. Masku dulu sihh di UNESA, di Lidah Wetan sanaaaa. Aku maunya di Malang, adem. Tapi aku takut ga keterima. Huhuhu. Repooootttttnyaaaaa jadiiii anakkk kelas 3 SMA……….

Abis ini ikut PMDK sana-sini, stres mikir UNAS, belajar mati-matian buat tembus SNMPTN, sibuk ospek dan segala macem. Wiww…. ga tau harus gimana bayanginnya. Kalau kuliah ada upacara ga ya tiap Senin? Huhuhu…. Aku ntar pasti bakal kangen saat-saat SMAku. Kangen nyontek pas ulangan, kangen ngoceh pas upacara bendera, kangen ngedongak metikin buah keres, kangen sepatu yang kotor kena debu padang pasir, kangen ngucap janji ga bakal telat sambil ngadep matahari, kangen dicegat tatib di gerbang, kangen SMANIVDA, kangen semuanyaaaaaaaa dan yang pasti : kangen kenangan akan dia.

Kata yang udah kuliah sih, jadi mahasiswa itu enak. Bebas, ga harus duduk di meja coklat panjang dari jam setengah tujuh pagi sampai setengah tiga sore, ga harus pake putih abu-abu, batik dan pramuka tiap hari ini itu, ga harus panas-panasan ikut upacara tiap Senin, ga harus make sepatu item dengan kaos kaki motif polos dan ga harus tetek bengek segala macem yang diwajibkan semasa SMA.

Tapi sungguh, aku masih ga bisa bayangin gimana aku nanti. Aku yang harus ngekos, hidup tanpa orangtua, jadi anak rantau, PR ga bisa nyalin punya temen, ujian ga bisa nengok kiri kanan apalagi SMSan. Aku masih belum bisa berpikir gimana sibuknya nanti jadi mahasiswa, sibuk bikin makalah, presentasi dan sebangsanya.

Mumpung aku masih disini, masih mengenakan putih-abu dan sepatu item, aku mau menikmatinya sepuas hati karena aku percaya bahwa suatu saat nanti *saat seragam bukan lagi suatu kewajiban*, aku akan merindukan saat-saat SMA seperti sekarang ini. Mari bersenang-senang kawan, mari menghabiskan masa yang *kata orang* paling indah karena sesuatu baru akan terasa berharga saat kita udah kehilangan itu. Dan aku ga mau kehilangan momen-momen penting seperti saat ini, bersama kalian.

Oke, inti dari note ini ada 3. Pertama, aku mau nanya : menurut kalian sebaiknya aku masuk PGSD UM atau UNESA?? Alasannya?? Kedua, aku mau minta doa suapaya aku bisa meraih cita-citaku. Ayo kita raih cita-cita kita, jangan cuma sekedar ngegantunginnya di langit!! Ayo kita wujudin mimpi kita, jangan mau cuma ngejadiin itu semua bunga tidur belaka!! Ketiga, aku mau bilang makasih. Makasih udah jadi temenku, makasih udah menjadi bagian dari masa-masa terindahku, makasih udah ngegoresin tinta jutaan warna dan nunjukin betapa indahnya persahabatan tanpa syarat.

Kita akan berjalan terpisah menuju jalan kita masing-masing. Tapi ingatlah, meskipun jemari kita ga saling menggenggam, meskipun kaki ga bisa berjalan beriringan, tapi hati kita akan selalu berdampingan…… kapanpun, dimanapun!!!!

I LOVE YOU, BIBEEEEHHHHH …………………. *I’ll be missing you*

fesbuk, 06 Oktober 2009 jam 10:48

salam imut selalu,

suuPhieRhero🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s