Sebuah Nama Sebuah Cerita = SAYA SETUJU!

Well, ada sedikit kisah goblok di UKMP sewaktu PKPT.

“Selamat datang di UKMP, dek. Tertarik gabung?”, tanya seorang mas-mas yang terdengar sedikit ‘melambai’. Aku mengangguk penuh semangat.

“Iya mas. Aku interested banget soalnya. Apalagi sejak aku beli antologi cerpennya UKMP UM. Emang kapan pendaftarannya?”

“Oh punya Ketawang Puspawarna ya? Iya itu karya anak UKMP. Pendaftarannya masih lama, baru bulan Februari tahun depan”

“Oalahhh…… Oh iya, aku juga baca surat cinta-nya mbak Febri loh”

“Mbak Febri?”

“Iyaaa……. mbak Febri yang tulisannya dibukuin bareng Dikung sama Aditya Mulya itu loh mas. Kalau gak salah judul bukunya Kepada Cinta. Sampulnya warna pink”

“Itu mas Febri kali, dek. Dia laki-laki”

Aku cegek. Gambreennngg……. isin aku. Lah siapa yang nyangka kalau nama FEBRI NUR RAFAHMI itu ternyata nama cowok. Kupikir itu nama perempuan. Aku cuma nyengir-nyengir masang muka polos (baca: tampang blo’on).

Ada yang bilang apalah arti sebuah nama. Tapi kalau menurutku, nama itu berarti banget. Nama adalah doa orang tua untuk anaknya. Dalam nama terdapat harapan orang tua terhadap buah hatinya. Njenengno iku gak asal-asalan loh rek. Atek dibancak’i pisan wah.

Parahnya, namaku adalah nama hermaprodit. Parahnya lagi, kebanyakan yang pake namaku adalah kaum Adam. Alhasil, sering terjadi banyak kesalahpahaman.

Pernah sewaktu SMA guru olahragaku mengabsen berdasarkan jenis kelamin. Semua nama temen perempuanku udah dipanggil. Kecuali satu: namaku. Aku protes kenapa namaku gak dipanggil. Padahal kan aku udah pake deodoran biar pas ngacungin tangan, ketiakku gak bau. Suer deh. Dan jawaban guruku adalah………

“Loh FIRDAUS itu perempuan ta? Tak pikir laki-laki. Lah biasanya kan……”

“Surga kan gak cuma untuk laki-laki, pak”, jawabku geregetan.

Well, dari kisah goblokku ini aku makin yakin kalau nama emang bukan sembarang nama. Makanya ntar kalau punya anak, jangan asal kasih nama. Bisa-bisa beban mental tuh anak, tekanan batin. Serius deh. Sumprit.

Gak lucu aja kalau ada orang tua yang ngasih nama anaknya JAHANNAM dengan argumen, ‘Itu ada loh di Al Qur’an’. Iya kan?

Oke teman-temanku. Segeralah ketahui apa arti nama kalian. Sebelum terlambat dan janur kuning melengkung *hloohhh*. Kan gak lucu kalau belasan bahkan puluhan tahun kita hidup tapi gak ngerti arti nama kita sendiri. Cheers🙂

fesbuk, 17 September 2010 jam 19:56

salam imut selalu,

suuPhieRhero🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s