Dengan Bangga Kukatakan : AKU INGIN JADI GURU

Semua orang punya cita-cita, termasuk aku.Jangan bilang cita-citamu masuk surga.
Itu cita-cita orang yang ga mau mikir. Pastilah semua pengen masuk surga nantinya. Mana ada orang goblok yang mau ngabisin masa akhiratnya di neraka.

Jangan bilang juga cita-citamu mau membahagiakan orang tua.
Itu hal mulia memang. Sebagai seorang anak, mana ada sih yang ga pengen bikin seneng orang tuanya? Tapi membahagiakan orang tua menurutku bukan lagi cita-cita, melainkan kewajiban yang harus senantiasa setiap saat dilakukan.

Jangan bilang juga cita-citamu jadi orang sukses.
Itu jawaban tergoblok yang pernah kudengar. Tanya semua orang di dunia ini pasti ga seorangpun pengen jadi orang yang gagal. Bukannya ga pengen sukses, tapi mana ada cita-cita yang abstrak gitu kan? Sukses itu banyak, konkretnya apa yang ingin diraih?

Kalau kalian tanya apa cita-citaku, aku bakal dengan mantap menjawab : GURU.

Kenapa guru? Kenapa ga dokter, pramugari, pegawai bank atau profesi lain yang lebih menjanjikan secara materi? Kenapa harus menjadi seorang yang berkutat dengan spidol, penghapus papan, diktat dan rancangan pembelajaran?

1. GURU ITU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Bukan, bukan mau ngejar gelar pahlawan. Tapi di mataku, guru adalah profesi yang sangat mulia. Guru memang ga berperang melawan tentara koloni dengan senjata lengkap sampai berlumuran darah. Tapi guru layak disebut pahlawan karena berperang melawan musuh utama yang nyata : kebodohan.

2. GURU ITU DIGUGU DAN DITIRU
Digugu dan ditiru alias diteladani. Senang rasanya saat aku bisa menjadi contoh yang baik bagi murid-muridku nanti. Menyenangkan saat bisa berbagi ilmu karena salah satu amalan yang tak pernah putus adalah ilmu yang bermanfaat kan?

3. GURU ITU PROFESI KELUARGA
Abah, umi, sama masku seorang guru. Bukannya aku mau nerusin profesi keluarga, cuma kebetulan aja aku dibesarkan di lingkungan guru. Asli, jadi guru adalah pilihanku, bukan paksaan dari orang tua. Kami keluarga demokratis. Selama itu baik, keluarga pasti selalu mendukung. Dan keluargaku mendukungku seribu persen untuk menjadi seorang guru.

4. GURU ITU PANGGILAN JIWA
Aku merasa terpanggil disini. Dan kupikir saat nuraniku udah menunjukkanku jalan, kenapa aku perlu ragu? Panggilan jiwa itu penting, sangat penting. Ga ada gunanya juga kan punya kerjaan dengan jabatan super elit tapi hati merasa ga ikhlas dan ga nyaman? Tapi dengan menjadi guru, biar gajinya kecil, aku yakin disinilah letak kebahagianku.

5. GURU KERJA DARI JAM 07.00 PAGI SAMPAI JAM 14.00 SIANG
Menurutku, waktu 7 jam cukup untuk bekerja. Sisa 17 jam lainnya bisa kuhabiskan bersama keluarga. Aku lebih suka menjadi orang sederhana yang banyak kumpul dengan orang-orang yang kusayang daripada harus kerja lembur demi meningkatkan finansial tapi kehilangan momen-momen kehangatan dan kebersamaan keluarga.

Sebenernya masih banyak alasan lain. Cuma cukup segitu ajalah yang kuceritakan.
Aku inget cerita abah jaman aku masih SD. Ceritanya, Kaisar Jepang nanya berapa sisa guru yang hidup kepada para tentara pasca pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat tanggal 6 dan 9 Agustus 1945.

Para tentara tentu aja emosi. Secara udah perang mati-matian, eh yang ditanya malah berapa guru yang hidup. Lalu dengan bijak Kaisar berkata, “Satu guru yang hidup bisa mencetak ribuan tentara. Tapi ribuan tentara yang hidup belum tentu mampu mencetak seorang guru”. Lalu, para tentara pun menunduk malu.

Aku masih inget banget cerita itu, sungguh.

Pada intinya sih menurutku apapun cita-cita kita, asalkan kita bersungguh-sungguh, Allah pasti akan memberi jalan. Silahkan gantungkan cita-cita kita setinggi langit, asal kita mau berusaha meraihnya, ga cuma berharap kosong tanpa melakukan apa-apa.

Kalau kata guru fisika, kita hidup itu menerapkan Hukum III Newton.

Aksi = Reaksi.
Apa yang kita kerjakan, itulah yang akan kita dapatkan.
We get what we did, yang kita dapat adalah apa yang kita lakukan.

Aku jadi inget pesan abah sama umi. Pesan sederhana yang selalu disampaikan dalam setiap nasehat yang diberikan kepadaku dan saudara-saudaraku.

Sopo nandur bakal ngunduh. Siapa yang menanam akan panen.

Kalau kita menanam padi, ga akan mungkin kita panen jagung.
Kalau kita berbuat buruk, ga akan mungkin kita panen kebaikan.
Kalau kita bermalas-malasan, ga akan mungkin kita panen kesuksesan.

fesbuk, 28 Maret 2010 jam 10:12
salam imut selalu,
suuPhieRhero🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s