Sucikan Hati, Bersihkan Diri di Hari Yang Fitri

Mulanya, papan tulis itu kosong. Masih bersih, masih putih. Lalu dosen datang dan menulis sesuatu tentang mata kuliah di papan. Memenuhi papan putih itu dengan spidol hitam. Whiteboard itu sekarang jadi lebih terlihat seperti blackboard.

Saat pergantian mata kuliah, dosen yang lain tidak mengganti papan yang penuh coretan hitam itu dengan papan baru. Tetapi dia menghapusnya, berusaha membersihkannya meski gak bisa seputih semula.

Sama seperti hati kita.

Mulanya hati kita putih dan bersih. Tapi seiring waktu, semakin banyak hal yang terjadi, semakin banyak pula coretan yang kita buat. Berupa salah, berupa dosa. Menumpuk, memakan jatah ruang suci dalam hati. Menjadikannya hitam. Kotor.

Hati itu hanya satu. Ketika penuh oleh segenap khilaf dan luput sebagai manusia, kita gak bisa beli yang baru. Kita hanya bisa membersihkannya, menghapus noda hitam itu satu persatu. Meskipun kita tau gak akan bisa kembali seperti sedia kala.

Urusan pahala dan dosa bukan kapasitas kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membuka hati lebar-lebar, menerima dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan yang gak kalah penting adalah bagaimana kita mau mengakui kesalahan sendiri dan meminta maaf kepada orang-orang di sekitar kita yang mungkin pernah kita sakiti hatinya.

Di hari yang fitri ini, mari kita sucikan hati dan bersihkan diri. Dengan maaf dan dengan ikrar bahwa akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Mari ucapkan takbir kemenangan: Allahu akbar wa lilla hilham.

**********************

Ini bukan hanya tentang ketupat opor ayam

Bukan juga tentang baju baru dan salam-salaman

Apalagi tentang amplop-amplop yang dibagikan

Tapi ini tentang saling memaafkan

Jika Tuhan Maha Pemberi Ampunan

Mengapa kita sombong sebagai insan?

Selamat lebaran J

Kemenangan telah datang

Selamat Idul Fitri J

Mari bersihkan diri di hari yang suci

Minal aidzin wal faidzin

Mohon maaf lahir dan batin

fesbuk, 14 September 2010 jam 17:36

salam imut selalu,

suuPhieRhero🙂

Sebuah Nama Sebuah Cerita = SAYA SETUJU!

oleh PhieRda Quinn pada 17 September 2010 jam 19:56

Well, ada sedikit kisah goblok di UKMP sewaktu PKPT.

“Selamat datang di UKMP, dek. Tertarik gabung?”, tanya seorang mas-mas yang terdengar sedikit ‘melambai’. Aku mengangguk penuh semangat.

“Iya mas. Aku interested banget soalnya. Apalagi sejak aku beli antologi cerpennya UKMP UM. Emang kapan pendaftarannya?”

“Oh punya Ketawang Puspawarna ya? Iya itu karya anak UKMP. Pendaftarannya masih lama, baru bulan Februari tahun depan”

“Oalahhh…… Oh iya, aku juga baca surat cinta-nya mbak Febri loh”

“Mbak Febri?”

“Iyaaa……. mbak Febri yang tulisannya dibukuin bareng Dikung sama Aditya Mulya itu loh mas. Kalau gak salah judul bukunya Kepada Cinta. Sampulnya warna pink”

“Itu mas Febri kali, dek. Dia laki-laki”

Aku cegek. Gambreennngg……. isin aku. Lah siapa yang nyangka kalau nama FEBRI NUR RAFAHMI itu ternyata nama cowok. Kupikir itu nama perempuan. Aku cuma nyengir-nyengir masang muka polos (baca: tampang blo’on).

Ada yang bilang apalah arti sebuah nama. Tapi kalau menurutku, nama itu berarti banget. Nama adalah doa orang tua untuk anaknya. Dalam nama terdapat harapan orang tua terhadap buah hatinya. Njenengno iku gak asal-asalan loh rek. Atek dibancak’i pisan wah.

Parahnya, namaku adalah nama hermaprodit. Parahnya lagi, kebanyakan yang pake namaku adalah kaum Adam. Alhasil, sering terjadi banyak kesalahpahaman.

Pernah sewaktu SMA guru olahragaku mengabsen berdasarkan jenis kelamin. Semua nama temen perempuanku udah dipanggil. Kecuali satu: namaku. Aku protes kenapa namaku gak dipanggil. Padahal kan aku udah pake deodoran biar pas ngacungin tangan, ketiakku gak bau. Suer deh. Dan jawaban guruku adalah………

“Loh FIRDAUS itu perempuan ta? Tak pikir laki-laki. Lah biasanya kan……”

“Surga kan gak cuma untuk laki-laki, pak”, jawabku geregetan.

Well, dari kisah goblokku ini aku makin yakin kalau nama emang bukan sembarang nama. Makanya ntar kalau punya anak, jangan asal kasih nama. Bisa-bisa beban mental tuh anak, tekanan batin. Serius deh. Sumprit.

Gak lucu aja kalau ada orang tua yang ngasih nama anaknya JAHANNAM dengan argumen, ‘Itu ada loh di Al Qur’an’. Iya kan?

Oke teman-temanku. Segeralah ketahui apa arti nama kalian. Sebelum terlambat dan janur kuning melengkung *hloohhh*. Kan gak lucu kalau belasan bahkan puluhan tahun kita hidup tapi gak ngerti arti nama kita sendiri. Cheers🙂

salam imut selalu,

suuPhieRhero🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s