Berbagi Kisah di Musim PMDK

untuk kalian, generasi penerus bangsa!

aku tau gimana rasanya jadi anak kelas 3 SMA. jadi murid paling senior di sekolah. jadi siswa yang bakal nerusin ke jenjang kuliah. ya kecuali yang mau nikah, itu beda lagi kasusnya.

aku tau gimana rasanya mati-matian belajar, ikut les ini itu, tanya-tanya ke temen yang lebih pinter, semua buat meningkatkan kualitas pengetahuan kita sehingga nilai-nilai rapor semester 5 naik. semester yang paling menentukan buat seorang pelajar yang memutuskan akan mengikuti PMDK.

aku tau gimana pusingnya mikirin bakal kuliah dimana, ambil fakultas apa, mau masuk jurusan apa, berapa biayanya, bahkan nantinya bakal ngekos apa gimana. segitu pusingnya sampe-sampe waktu istirahat -yang biasanya dihabiskan buat jajan di kantin atau beli bakso depan sekolah- kita gunakan buat sholat dhuha di musholla. memohon supaya dimudahkan segala ujiannya. baik ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi negeri.

rasa laper gak ada artinya saat pikiran ‘bakal kuliah dimana aku?’ menguasai otak. nyanyian perut gak lagi jadi perihal utama saat ada masalah lain yang lebih serius untuk ditangani: KULIAH. gimana rasanya topik curhat dan obrolan kita jadi gak jauh-jauh seputar kuliah, kuliah, dan kuliah? tentu aku tau rasanya.

aku tau rek rasanya ngelu lihat nilai rapor. takut ada salah satu mata pelajaran yang bakal menghalangi kita buat daftar ke kampus pilihan. aku juga tau gimana rasanya tiap hari bawa-bawa rapor keluar masuk ruang BK buat tanya-tanya lebih detail tentang jurusan yang bakal dipilih. apa aja syarat-syaratnya, gimana prospek ke depannya, dan sebagainya. waktu kita yang semula banyak dihabiskan di lab komputer, kopsis, atau kantin beralih ke ruang konseling.

aku ngerti posisi kalian. aku juga pernah ada di posisi itu. aku pernah jadi anak kelas 3 SMA, murid kelas akhir yang selalu disuguhi presentasi-presentasi dari sekian kampus yang semakin bikin aku bingung. makin banyak pilihan makin bingung kan? aku ngerti gimana rasanya kepengen banget pake almamater dengan lambang universitas tertentu sesuai yang diharapkan.

aku juga ngerti gimana keadaan kalian. rasanya ada beban yang beraaaatt banget yang diletakkan di pundak kita. suatu beban yang berupa harapan untuk membanggakan orang-orang tersayang. rasanya pengeeeennn banget tembus pmdk, bikin bangga orang tua. pengen nunjukin kalau mereka gak sia-sia punya anak kayak kita, kalau kita bisa. aku ngerti banget perasaan itu. perasaan ingin memberikan yang terbaik kepada mereka yang terkasih. dan salah satu jalannya adalah dengan tembus PMDK.

tapi rek, ada beberapa hal yang aku rasain dan kalian belum merasakannya. ada beberapa hal yang aku tau dan kalian belum mengetahuinya. semuanya karena aku udah melewati masa-masa yang sedang kalian hadapi saat ini. karena aku setidaknya udah maju selangkah dalam pengalaman dibanding kalian. aku udah pernah di posisi kalian, sedangkan kalian belum pernah aada di posisiku.

milih jurusan itu sama kayak milih pacar. kalian harus -setidaknya- berminat terhadap apa yang kalian pilih. kalau kalian gak suka sama seseorang, ya jangan dipacarin. sama kayak kuliah. kalau kalian ga sreg sama jurusannya, ya jangan dipilih. sama kayak milih pacar, milih jurusan harus memikirkan beberapa kriteria. kita harus punya patokan alias standar untuk mengukur cocok atau gak kita memilih jurusan tersebut.

kuliah bukan masalah keren-kerenan, gaya-gayaan, atau eksis-eksisan. kuliah itu gak main-main rek. satu hal pesenku, JANGAN SAMPAI SALAH JURUSAN. pikirin mateng-mateng, jangan asal-asalan yang penting negeri. contoh gampangnya, kalau dulu pas kelas 1 kalian ngerasa mampu di IPS tapi nekat masuk IPA biar kelihatan mbois, apa yang terjadi? kalian gak nyaman kan? pasti. karena gak ada ceritanya sesuatu yang dipaksakan itu menyenangkan.

dua tahun aja menyiksa, apalagi empat tahun. pikirin itu rek. empat tahun bukan waktu yang singkat, gak sebentar itu. jangan biarkan waktu kalian terbuang sia-sia. kalau kalian salah jurusan, bisa-bisa kalian bisa masuk tapi gak bisa keluar. atau kalian bisa keluar tapi njeketek jadi pengangguran. ya emang seh gak ada kepastian buat masa depan, tapi kita bisa meminimalisir kemungkinan terburuk kalau kita punya rencana yang matang.

yang perlu kalian pikirin adalah NIAT, MINAT, BAKAT, EKONOMI, dan PROSPEK.

kalian harus mantep sama jurusan itu. kalau aku, aku cuma jalan buat yang aku yakin, bukan yang aku ragu. kalau kalian gak yakin sama diri kalian sendiri, gimana semuanya bisa lancar kan? kalian juga harus minat sama jurusan itu. kalo kalian gak intersted sama jurusan itu, ya sama aja bohong. selain punya rasa tertarik, kalian juga harus mampu di bidang itu. jangan belain gengsi, kalau gak bisa ya bilang aja gak bisa. misalnya, gak lucu kalau nilai IPA aja pas-pasan pengen jadi dokter… bukannya meng-underestimate kalian yang cita-citanya dokter, tapi sadar kemampuan itu perlu.

gak cuma punya bakat, kalian juga harus memastikan bahwa kalian mampu dalam hal finansial. kuliah iku gak gratis rek. perlu biaya, mahaaalll…. kalau gak mampu, jangan dipaksain. kecuali ada jalan lain, misalkan kalian lolos seleksi bidik misi. satu hal yang gak kalah pentingnya, lihat prospek ke depannya. prediksi bakal jadi apa kalian setelah lulus ntar. jangan mau jadi mahasiswa yang asal kuliah dan gak tau mau jadi apa. jangan mau setelah lulus kalian cuma punya ijazah sarjana tapi nganggur di rumah.

rek, aku pernah gagal. aku tau gimana rasanya gak tembus PMDK. betapa tulang-tulangku rasanya patah gara-gara gak ada namaku di daftar nama mahasiswa yang diterima PMDK. betapa dunia seolah gak berpihak sama aku cuma karena aku gagal lolos seleksi masuk jalur prestasi. kecewa, sedih, marah, pengen nangis, semuanya campur aduk jadi satu. mungkin di antara kalian bakal ngerasain itu nantinya. kalian bakal tau gimana nyeseknya saat ngelihat orang lain sukses dan kita gak.

tapi jangan kuatir rek. gak lolos PMDK gak berarti dunia kiamat kok. gak tembus PMDK gak bikin bumi pecah jadi selusin. sekalipun nantinya kalian gagal, kalian masih punya dua kaki untuk tetap berdiri tegak, berjalan, bahkan berlari sekencang mungkin. kalian masih punya dua tangan untuk menghapus air mata yang membasahi pipi kalian, untuk mengepalkannya ke udara dan berkata ‘AKU BISA. AKU MASIH BISA. AKU PASTI BISA’.

jalur masuk gak cuma PMDK. jadi buat kalian yang bertumpu besar pada PMDK dan gagal nantinya *naujubilah*, jangan putus asa. silahkan kecewa, tapi jangan menyerah. masih ada SNMPTN atau jalur non reguler sesuai kebijaksanaan kampus penyelenggara.

yang juga perlu kalian inget, kalian jangan terlalu gopoh sama PMDK. inget ujian negara, inget UN rek. percuma juga lolos PMDK kalau gak lulus SMA. kalian harus pinter-pinter bagi waktu yaa🙂 aku percaya kalian adek-adekku yang hebat dan mampu memposisikan diri sebagaimana mestinya.

nikmati masa-masa akhir kalian di SMA saat ini. karena saat seragam udah bukan lagi kewajiban, saat baju warna-warni mulai kalian kenakan, saat almamater tertentu harus kalian banggakan, masa SMA-lah yang paling kalian rindukan🙂

tetap semangat meraih mimpi! jangan putus asa! gak ada sesuatu yang gak mungkin selama kita mau berusaha mewujudkannya. jangan lupa berdoa karena semuanya ada di tangan-Nya.

salam imut selalu,

suuPhieRhero🙂

-smanIVda ’07-

-universitas negeri malang ’10-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s