Sesuatu Baru Terasa Berharga Ketika Kita Udah kehilangan

“mbak, ada jilbab yang buat ibu-ibu?” tanya cowok berkulit bersih berjaket putih. dilihat dari mukanya, kayaknya masih SMA. aku ketiwi dengernya. gak lucu aja ada bapak-bapak pake jilbab.

“ada mas. mau yang biasa atau yang ada monte-montenya?” kata petugas toko.

“monte itu apa ya?” tanya si cowok. aku nyengir. apalagi ekspresi polos cowok itu, sumpah gak nguati. dia bener-bener gak tau apa itu monte. maklumlah, cowok.

“monte itu gimana yaaa…. monte itu yang kayak gini lho”, kata petugas toko sambil nunjuk jilbab yang bagian kepalanya ada hiasan monte. “mau cari warna apa?”

“haduh warna apa yaaa… ndak tau. warna yang bagus buat ibu-ibu apa ya mbak? terserah wes!”

si mbak-mbak akhirnya memilihkan 2 buah jilbab dengan warna dan model yang berbeda. si cowok minta dibungkus kado sekalian, tapi si mbak menolak. karena disitu cuma toko jilbab, gak melayani bungkus kado.

mulanya aku nyengir lihat muka polos cowok itu. tapi kemudian aku ngerasa tersentuh. dia pengen ngasih ibunya jilbab. apapun momennya, mau si ibu ulang tahun atau gak, kurasa seorang remaja cowok beliin ibunya jilbab adalah hal yang jarang kutemui. dan aku salut sama dia. bukan masalah harga, tapi masalah perhatian akan ibunya.

okelah perhatian itu gak harus ditunjukin dengan ngasih sesuatu ke orang yang kita sayang. tapi pernah gak sih kita kepikiran pengen ngasih kado atau bikinin masakan ta apa gitu ke orang tua kita? kurasa jarang. kita lebih gampang inget tanggal lahir pacar atau gebetan kita daripada tanggal lahir orang tua kita sendiri. kita juga lebih pusing memikirkan bakal ngasih hadiah apa buat mereka, sementara kita gak pernah berniat untuk peduli dengan ulang tahun orang tua kita.

orang tua yah? siapa seh mereka? ayah –> pria yang mencari nafkah untuk keluarga, ibu –> wanita yang melahirkan anak-anaknya dan mengurus rumah tangga. apa cuma itu yang ada dipikiran kita tentang orang tua? gak mbois nek iya. lak gak ada bedanya dengan pola pikir anak SD kelas rendah. kalaupun kita bisa mendefinisikan orang tua, apa iya kita bisa memaknai dengan baik? apa seh sebenernya makna ‘orang tua’? seberapa penting seh kehadiran mereka di hidup kita?

mereka bangunin kita tiap pagi, bikinin kita sarapan, trus pergi nyari duit buat biaya sekolah kita. pulangnya, mereka masih harus ngelakuin kerja sambilan buat nambah-nambah penghasilan dan mengumpulkan pundi-pundi uang. apa cuma itu maknanya?

aku jadi inget cerita temen sekamar kosku. dia udah kehilangan ibunya. pas dia SMA, ibunya ninggalin dia untuk selamanya. ibunya wafat. dengan ekspresi yang kulihat -diusahakan untuk- tegar, dia cerita:

“pas hari der ibu gak ada, aku sedih. tapi ya gitu itu. baru kerasa sedih banget dan kehilangannya pas hari-hari setelahnya. rasanya sakit. aku jadi ngerasa banyak salah sama ibu. dulu, ibu sering bangunin aku keras-keras. sampai-sampai aku bilang, ‘buk buk, pean iku nangekno anak’e kok yo kocik get e. koyok suarane manuk opo ae’. eh sekarang udah gak ada lagi ibu yang bangunin aku pagi-pagi, ngingetin sholat, ini itu. aku kangen ibu. malah kadang-kadang sampe kebawa mimpi. gimana yaa… ikatan batin antara ibu sama anak gitu lho. tapi yaweslah, toh orangnya udah gak ada kan? semoga aja ibuku tenang disana”


GLEK. aku langsung nelen ludah dengernya. spicles, gak bisa ngomong apa-apa. yang kurasain campur aduk begitu denger ceritanya. antara terharu, sekaligus takut. aku takut dan gak bisa ngebayangin kalau aku yang harus kehilangan orang tua. oke ralat, mungkin lebih tepatnya aku gak bisa ngebayangin kalau aku harus kehilangan orang tua secepat itu. yap, karena -seperti yang kita tau- semua orang pasti akan berpulang.

aku takut. aku takut orang-orang yang kusayang gak ada lagi di sisiku. ngebayanginnya aja aku takut, apalagi kejadian beneran. aku takut kehilangan mereka dan segala perhatian, cinta kasih, serta sayang mereka yang tiada akhir. aku takut menjadi kesepian dan sendiri. aku takut akan semua hal yang pasti terjadi.

aku takut kehilangan sesuatu yang bukan milikku. nyawa itu milik Allah. termasuk nyawa orang-orang yang kusayang dan nyawaku sendiri. dan ketika Dia mengambilnya, mengapa aku harus takut?

karena kita telah terbiasa. terbiasa dengan kehadiran mereka. terbiasa dengan perhatian, omelan, ini itu dan hal-hal kecil yang ketika mereka ada terasa biasa-biasa aja. dan sesuatu yang terbiasa ada, akan sangat dirindukan ketika gak lagi ada. mungkin karena itulah aku takut. aku takut merindukan seseorang dan mendapati kenyataan bahwa dia udah gak ada.

kata umik pas aku cerita tentang kisah temenku, “ancen kabeh iku kaet keroso nek wes kelangan. makane mumpung sek onok, dijogo disayang diapik-apik cek nek ditinggal duwe kenangan sing apik”. atau dalam bahasa Indonesianya, “emang semua tuh baru kerasa kalau udah kehilangan. makanya mumpung masih ada, dijaga disayang dibaik-baikin biar kalau ditinggal punya kenangan yang baik”.

rek, kita pasti gak akan pernah siap kehilangan sesuatu, apalagi orang yang kita sayang. makanya, mumpung mereka masih ada, tunjukin rasa sayang kita. gak harus dalam bentuk hadiah, tetapi dalam bentuk upaya berbakti kepada mereka. karena gak ada lagi keinginan orang tua selain memiliki anak yang berbakti kepadanya. aku yakin, kalian pasti sayang kan sama orang tua kalian? aku juga :’)

aku ingin tetap melihat senyum mereka. melihat bagaimana ekspresinya ketika marah. mendengarkan nasehat-nasehatnya ketika aku menyebalkan. aku ingin mereka bersamaku, selamanya. tapi selamanya = abadi. dan kita tahu, di dunia ini gak ada yang abadi, kan? hanya ada satu, DIA. Sang Pencipta, Penguasa jagad raya.

mari sayangi orang tua kita dengan cara paling sederhana yang kita bisa………… selagi mereka masih ada🙂

28012011 ; 13:11

PhieRda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s