i miss all my memories, but i don’t wanna go back

akan tiba masanya, dimana kita merindukan masa lalu. terlebih kenangannya yang manis. buang saja yang pahit, lupakan agar tak jadi duri dan terus menyakiti.

demikian halnya aku saat ini. aku merindukan masa kecilku dulu. dan masa-masa sebelum aku berdiri menghadapi dunia hari ini.

aku rindu saat segala kesalahanku dimaklumi, sekalipun yang kuperbuat dengan sengaja. aku rindu pup sembarangan dan ngacir tanpa dosa sewaktu kecil dulu. lalu orang-orang di sekitarku akan menutup pup-ku dengan tanah dan membuangnya. mereka berkata, “ancene bayek!” sambil menggelengkan kepala. atau saat aku memecahkan banyak perabotan di rumah. ibuku akan memungutnya dengan hati-hati dan berkata, “ancene arek cilik. ealaahh” tanpa marah kepadaku. coba aja dua hal itu kulakukan sekarang, yang ada malah aku dihantam sandal jepit.

aku rindu masa SD-ku. bakat telatku udah nongol dari kecil. aku selalu terlambat datang ke sekolah. dengan tergesa-gesa aku menaiki tangga menuju kelasku. lalu aku mengucap salam dan masuk ke kelas dengan ekspresi tak bersalah. pulang sekolah aku jalan kaki bareng temen-temen dan terkadang mengambil mangga tetangga yang jatuh. aku rindu saat aku menggambar kartun, pegunungan, dan apapun yang ada di imajinasiku lalu menjualnya ke teman-teman serta adik kelasku dengan harga seratus rupiah perlembar. mereka dengan setia menanti setiap gambarku untuk diwarnai di rumah.

aku juga rindu ikut lomba 3M dan selalu jadi juara satu. aku rindu pergi ke pasar malam dan membeli cobek mainan saat buka giling pabrik gula tiba. aku rindu jadi pengibar bendera dan selalu salah mengaitkan talinya sehingga benderanya kebalik. aku pun rindu jadi gitapati drum band meski sebenernya aku asal-asalan memimpin, bahkan aku gak tau kalau setiap gerakan tanganku berpengaruh terhadap irama musik.

aku pun rindu masa SMP-ku. rindu akan kecupuanku yang mengenakan baju selalu rapi dengan tangan selalu dikancingkan, dasi dan kaos kaki selalu panjang, rok selalu di pinggang dan bukan di pinggul, lengkap dengan sabuk almamater yang melilit tubuhku. rindu bikin majalah dengan teman sekelas yang isinya berkisar gosip satu sekolah -karena rubrik gosip bikin majalahnya laku-. aku juga rindu selalu ke perpus sekedar nyari majalah berbahasa Jawa –> Panjebar Semangat. banyak hal yang kurindukan.

tak lupa juga aku rindu masa SMA-ku. masa dimana remaja mencapai puncaknya. ibarat bunga, masa SMA adalah masa-masa ia merekah. mengenakan seragam putih abu-abu dengan bangga, meski kebiasaan telat masih sering melanda. aku rindu selalu diminta menjadi protokol upacara oleh tim paskibra sekolah, meskipun semua tau aku bukan termasuk anggota. rindu mencari lokasi-lokasi untuk foto bareng temen-temen. rindu kuatir gak bisa sms-an pas ujian. dan sebagainya.

ada banyak hal yang kurindukan saat ini. catat, hanya RINDU. aku tak pernah bilang ingin kembali ke masa lalu. karena semenyenangkan atau sekelam apapun masa lalu, masa itu sudah terlewati. dan tak akan mungkin kembali lagi. aku tak pernah ingin menginjak kenangan kembali, atau bahkan menginjak masa depan setelah hari ini. sama sekali tidak. karena bagiku, masa terbaik adalah saat ini. hari terbaik adalah hari ini.

masa lalu bukan untuk diulang kembali. namun hanya sebagai kenangan bahwa kita pernah hidup di jamannya. hanya sebagai pelajaran dan bukan penyesalan. masa depan juga bukan untuk dikunjungi sebelum ia menghampiri. biarkan saja ia pada masanya. biarkan ia hadir tepat pada waktunya. cukup kita menyusun rencana atas semua harapan kita terhadapnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s