entah hari ini, esok, lusa, atau seribu tahun lagi

enak kali yaaa seandainya kita bisa ngelihat masa depan. kita bisa tau banyak hal di masa depan, kayak soal apa aja yang bakal keluar di ujian. lak enak seehh, kita gak usah belajar semalam suntuk menjelang ujian. cukup siapkan repek’an jawaban sesuai pertanyaan yang udah kita ketahui sebelumnya. oke, jangan hiraukan kata2ku tadi. benar2 calon pendidik yang gak mendidik. hahhaha. seandainya kita bisa lihat masa depan, kita bakal tau siapa jodoh kita. iyo nek jange bojone ngganteng, lha nek elek? iyo sing isok neriman, sing gak? lak sido bunuh diri mangan sate sak sunduk’e ngombe kopi sak gelase. haiisshh…

seandainya setiap manusia bisa melihat masa depannya, satu hal yang pasti mereka lihat adalah ‘kapan ajal menjemput’. yah, setiap orang kurasa bakal ngelihat kapan malaikat Izroil datang buat nyabut nyawa, misahin jiwa dari raga. seandainya kita tau kapan sang malaikat bakal berkunjung, kita lak pasti siap2 sek. yaaa siapin marimas ta jasjus gitu, sekalian sama kacang godok tambah kedelai. nguawooorr ae reeekkk….

kalau semua orang bisa melihat akhir hayatnya, lak buyar ndunyo iki. semua orang bakal maksiat sesuka hati dan tobat kalau udah mau mati. kocik enak e. dipikir ndunyo e mbahmu dewe -____- wong orep numpang ae kok. iyaaa, kita itu cuma numpang rek di dunia ini. kalau suatu saat yang punya dunia pengen kita cabut dari dunianya, kita bisa apa? toh Dia yang berkuasa.

kemarin aku berduka. salah satu temen smp-ku yang cantik, pinter, dan kalem meninggal dunia. aku kaget banget pas dikasih kabar temenku. pas ngelayat, hatiku bergetar kayak hape yang lagi di-silent. mripatku mbrabak, kate nangis tapi langsung inget kalau tangisan justru akan memberatkan almarhumah. sueerr terkewer2 sampe bibir dower, aku masih gak percaya kalau yang ada di dalam keranda yang ditutupi kain bertuliskan kalimat tahlil itu adalah temenku. ya Allah reekk, temenku yang pas SMP danemnya tertinggi satu kabupaten sampai masuk koran lokal sekarang udah meninggal.

pulang ngelayat, aku nyempetin diri buat ngobrol2 sama temen lama. salah seorang temen bilang gini, “aku lho sek gak nyangka kalau yang meninggal iku temenku dari kecil. sek enom lhooo rek. pacare sampek smaput malahan. aku lho ngejer pas lihat dia dibedaki, ditutup semua lubang2nya sama kapas, dikafani berlapis2. aku masih gak percaya kalau dia udah gak ada. ibuknya down banget pasti, apalagi dia anak tunggal. rumahnya pasti bakal sepi. yang tadinya dia ada, sekarang udah gak ada.”

“iyooo, akeh seng gak ngandel soale de’e sek enom. coba sing mati wong tuwek, pasti kabeh ngandel2 ae, ikhlas2 ae. alasane ‘ancen wes wayahe’, nek ga ngunu ‘ancen wes umure, wes tuwek’. dadi yo wajar2 ae nek wong tuwek mati. tapi nek arek enom sing mati, yowes koyok ngene iki”, ujarku.

“iyo bener seh, phier. tapi loo sek enom e…. sak’aken”, kata temenku yang lain.

dalam hati aku juga ngerasa kasihan. aku juga sedih kehilangan salah seorang teman lamaku. moso yaaa ada yang meninggal kita malah seneng rek. lak ditabok wong sak kampung. siapapun yang meninggal, pasti akan membuat orang2 di sekitarnya merasa kehilangan dan sedih yang mendalam. kepergian seseorang pasti akan meninggalkan duka dan luka. bahkan berkarung2 beras dan puluhan amplop juga gak bakal bisa gantiin posisi almarhumah.

tapi kalau dipikir2 lagi, apa iya yang bakal mati cuma yang udah tua? apa iya yang bakal dicabut duluan nyawanya adalah orang2 yang menderita sakit parah? apa iya malaikat lebih nafsu nyabut roh manusia2 yang sering berbuat dosa? apa iya malaikat peduli dengan berapa saudara si manusia yang akan meninggalkan dunia fana? jawabannya adalah ENGGAK.

hidup dan kehidupan kita, dunia dan akhirat, serta alam semesta dan seluruh isinya adalah mutlak kepunyaan Allah SWT. Dia berhak penuh atas apa2 yang dimilikinya. Dia udah menggariskan rejeki, amal, dan ajal masing2 hambanya. jika suatu ketika Dia ingin mengambil kembali, gak ada satu orang pun yang sanggup membantah. bahkan malaikat juga gak bisa mencegah.

maut akan datang kepada siapapun juga. gak peduli tua atau muda usianya. gak peduli cantik atau jelek paras wajahnya. gak peduli miskin atau kaya hartanya. gak peduli jabatannya, silsilah keluarganya, atau apapun juga. suatu saat nyawa akan terlepas dari badan, jiwa akan terpisah dari raga. sayangnya, kita gak tau kapan hal itu terjadi. makanya rek, ayoooo kita persiapkan diri kita dari sekarang. lhaa iyaa nek kita hidup sampai tua, nek gak?

rek, hidup itu sebuah perjalanan menuju akhirat, kehidupan yang kekal. ibaratnya kayak orang yang mau mencapai puncak gunung. kita harus membawa bekal yang banyak agar bisa menolong kita sehingga kita gak mati kelaparan. kita juga harus berusaha sekuat tenaga supaya sampai ke puncak, jangan sampai takluk di tengah jalan. ketika kita berhenti sebelum sampai puncak, tenaga habis bekal juga habis, sementara gak ada lagi bantuan dari siapapun juga -termasuk dari alam-, apalagi yang akan datang selain kematian?

hidup juga demikian. selama dalam perjalanan, kita harus membawa bekal yang banyak. kalau bisa, kita juga mengumpulkan bekal dari perjalanan itu. bekal itu berupa amal ibadah kita. jika suatu ketika raga kita melemah dan sampai pada batasnya, lalu akhirnya Dia memanggil kita, kita masih punya bekal.

gak usah takut mati. toh takut gak takut, semua orang pasti mati. semua akan kembali seperti semula. yang tadinya berasal dari tanah, maka akan kembali menjadi tanah. yang semula ruh di akhirat, maka akan kembali menjadi ruh tanpa raga. ketika berakhir kehidupan kita di dunia, maka kehidupan abadi telah menanti. suatu kehidupan dimana segala yang telah kita lakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan. pada hari itu, segala bagian tubuh kita akan bersaksi atas tindakan yang telah kita lakukan ketika di dunia, dan kita gak akan bisa bicara untuk membela diri.

aku jadi inget kata2 tetanggaku yang rada stres. masa ya dia bilang gini, “buat apa ibadah? buat akhirat? emang iyo akhirat iku onok? jare sopo? seh saiki sopo sing tau nang surgo ta nang neroko. lak gak onok seh.” sumpah, itu kata2 paling sempel yang pernah kudengar. gimana bisa seseorang yang terlahir sebagai muslim bukanya bersyukur malah dengan lantangnya ngomong kayak gitu.

contoh sederhananya gini, kenapa kalian sering mengaku kalau kalian mencintai kekasih kalian? apa kalian bisa menunjukkan bagaimana wujud cinta itu? apakah cinta bentuknya seperti daun waru berwarna merah jambu? kalau kalian bilang cinta adalah hati, apakah isi hati seseorang hanyalah cinta? gak kan? tapi bagaimanapun juga, meskipun gak melihat wujudnya, tapi kalian tetap mencintai kekasih kalian. semua karena apa? karena YAKIN bahwa cinta itu ada.

sama halnya dengan kehidupan akhirat. kita emang gak bisa lihat surga atau neraka karena kita masih hidup di dunia. kita juga gak tau apakah yang diceritakan oleh bapak-ibu kita tentang surga adalah benar atau rekayasa. tapi kita adalah insan beragama, punya Tuhan Yang Esa, junjungan nabi besar Muhammad, dan kitab suci yang tiada duanya yakni Alquran. dan tentunya, sebagai seorang muslim kita harus beriman kepada-Nya. iman adalah percaya, yakin. salah satunya adalah percaya tentang hal ghaib atas kuasa-Nya.

kalau malaikat sambang, dia gak akan basa-basi. percuma kita sediain jus apukat atau durian montong, malaikat gak bakalan tergoda wong gak punya nafsu. dia akan tetap menjalankan kewajibannya mencabut ruh anak cucu adam yang telah tiba masanya. sedetik pun kita gak akan sanggup mengubah jadwal malaikat Izroil mencabut nyawa kita, sekalipun barang dimundurkan sedetik aja.

selagi nafas masih kita hembuskan sampai detik ini, mari berbenah diri. Allah sengaja merahasiakan kapan hidup kita di dunia usai agar kita senantiasa beribadah kepadanya. semua ini bukan untuk-Nya, melainkan untuk kebaikan kita sendiri. Dia Sang Pencipta, Maha Segalanya. Dia gak perlu apa2 dari kita. namun sembah sujud kita ialah demi kebaikan kita sendiri karena Dia menyayangi kita. bukankah udah jelas dalam Alquran Dia berfirman bahwa Dia gak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah/mengabdi kepada-Nya? oleh karena itu, mari tingkatkan terus keimanan kita, hablum minallah, hablum minannaas. sehingga ketika Dia meminta kita kembali padanya, kita akan siap dengan tabungan amalan kita selama di dunia🙂

semoga kita tergolong orang2 yang akan menjadi penghuni surga-Nya. amin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s