pasangan dan sepotong baju

memilih pasangan itu sama kayak milih baju.

pertama, kita harus punya standar atau kriteria minimal baju apa yg pantes kita pakai.

kedua, setelah standar ditetapkan, maka kita harus mencari baju sesuai dg standar tersebut. kita cari warna, motif, ukuran, serta harga yg pantas dan pas untuk kita.

ketiga, jika kita udah menemukan baju yg pas, maka kita harus segera mengambil dan membayarnya di kasir. karena kalau terlambat dikit aja, bisa jadi baju itu udah ada di tangan orang lain.

keempat, jika ternyata gak ada baju yg sesuai dg standar kita, maka pilihannya cuma dua: turunkan standar atau pergi ke toko lain.

sama halnya dg memilih baju, memilih pasangan -selain memperhatikan aturan2 di atas- menurutku gak cuma menuruti selera. yg perlu diperhatikan salah satunya adalah keserasian, kesesuaian, dan keterpaduan kita dg pasangan kita.

semahal-mahalnya baju, kalau gak pantes kita pakai apa gunanya kan? sama kyk pasangan. sesempurna-sempurnanya pasangan kita kalau gak bisa terpadu, menyatu, menyelaraskan, dan menyesuaikan dg kita apa gunanya?

entah kita entah dia, yg pasti menurutku dalam sebuah hubungan harus ada penyesuaian diri. penyesuaian itu akan memunculkan pemahaman. lalu dari pemahaman, maka muncullah pengertian dan pemakluman.

jadi, jangan sampai salah pilih ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s