menjaga diri dengan berjilbab :)

aku berjilbab udah sejak usia TK. meski terkadang sering melepas jilbab, namun aku masih mengenakannya. maklum, dulu kan masih kecil. masih belum ngerti tentang aurat, yang kumengerti cuma gerah.

 

 

menginjak usia remaja, sempat terbersit di pikiranku untuk melepas jilbabku. alasannya, aku ingin seperti teman-temanku yang bisa pamer model rambutnya. selain itu, baju-baju lengan pendek jauh lebih modis dibanding baju lengan panjang. well, saat itu aku benar-benar dilema.

 

 

setelah berpikir keras, aku memutuskan untuk tetap berjilbab. sejak kecil aku disekolahkan di sekolah berbasis agama agar aku lebih paham tentang kewajiban menjalankan syariat islam. masa ya gede-gede aku malah melakukan sesuatu yang udah jelas-jelas gak sesuai tuntunan.

 

 

sempat aku berpikir, “kenapa seh perempuan muslim wajib berjilbab? menggunakan baju lengan panjang aja gerahnya setengah mati, belum lagi ditambah penutup kepala. apalagi iklim di Indonesia tropis, beuuhh panasnyaaaaa minta ampun.”

 

 

pelan-pelan aku menemukan jawaban dari pertanyaanku. dengan berjilbab, aku menjaga diriku sendiri baik dari tindakan buruk maupun dari pikiran buruk orang lain. maksudnya gini, karena aku berjilbab otomatis aku bakal lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu. aku gak mau orang melihat tingkahku dan mengatakan, “berjilbab lha kok kelakuannya kayak gitu” atau ungkapan-ungkapan lain bernada kekecewaan.

 

 

selain itu, dengan berjilbab maka aku menjaga diriku dari pandangan/pikiran negatif dari orang lain, terutama lawan jenis. kalau pakaianku terbuka dan memperlihatkan bentuk tubuh, salah siapa kalau ada lelaki yang muncul nafsu birahinya? oleh sebab itu, maka kuputuskan untuk berjilbab agar orang lebih menghargai aku dan bukannya malah bernafsu ketika melihatku.

 

 

aku sempat mengajak teman-temanku yang belum berjilbab untuk segera mengenakan jilbab. maka berikut jawaban dari mereka:

 

“ntar dulu ya phier. aku masih belum siap pakai jilbab”

 

sek phier. awak sek akeh duso ngene kate jilbab’an. tiwas jilbaban tapi sek ngelakoni duso hayo. ngkok sek wes, ngenteni atiku resik

 

“halah phier gak penting jilbaban iku. yang terpenting itu kelakuannya. percuma jilbaban kalau kelakuannya nakal. mending gak usah pakai jilbab sekalian”

 

“pakai jilbab iku gerah, gak fashionable pisan. wes howone sumuk, tambah jilbababn. yo tambah sumuk

 

 

masih banyak alasan lain yang membuat mereka enggan berjilbab. well, aku agak miris juga dengernya. sebagai teman, aku hanya berhak mengingatkan namun gak berhak memaksa. biarlah itu menjadi urusannya dengan Sang Pencipta, hablum minallah.

 

 

namun untuk sekedar mengingatkan, berjilbab ialah sebuah kewajiban dan bukan kesiapan. contoh nyata adalah kewajiban mahasiswa untuk mengikuti ujian semester. siap gak siap, belajar gak belajar, itu bukan urusan. poinnya adalah mengikuti ujian adalah kewajiban. jadi barangsiapa yang gak menjalankan kewajiban, maka ia telah melanggar aturan yang teah ditetapkan.

 

 

contoh lainnya adalah sholat 5 waktu. apa kita dituntut untuk siap dahulu baru melasanakannya? enggak. apapun yang terjadi kita tetep harus sholat 5 waktu karena itu kewajiban. demikian halnya dengan berjilbab. menutup aurat bagi perempuan adalah wajib. jadi gak ada alasan belum siap berjilbab.

 

 

nah selanjutnya, kita lho manusia biasa. yang namanya manusia tuh tempatnya salah dan dosa. kalau nunggu hati kita bersih, sampai kiamat juga gak bakalan bersih. jadi bukan kita berjilbab menunggu iamn kita sempurna. melainkan dengan berjilbab, pelan-pelan kita memperbaiki dan menyempurnakan iman kita.

 

 

masalah berjilbab tapi kelakuannya nakal, itu tergantung kepada pribadi masing-masing. lha sekarang yang berjilbab aja lho nakal, apalagi yang gak berjilbab? apa kalian yakin kalau kalian lebih baik dari perempuan yang berjilbab? contohnya gini, ada 2 orang menggunjing temannya. satu berjilbab satu enggak. dilihat sepintas, keduanya sama-sama dosa. tapi coba deh diteliti lagi. yang satu berjilbab tapi menggunjing temannya. lha yang satunya? udah gak berjilbab, menggunjing temannya pula. makin dobel deh dosanya.

 

 

makanya teman-temanku sesama muslimah, yuk berjilbab. jangan takut terlihat kuno dengan jilbab. memakai jilbab juga bisa terlihat modis lho. kita bisa berkreasi dengan baju dan jilbab kita selama aurat kita tertutupi dengan baik dan bentuk tubuh kita gak terlihat menonjol sehingga menimbulkan hawa nafsu lawan jenis. jadi gak ada alasan lagi buat gak berjilbab🙂

6 thoughts on “menjaga diri dengan berjilbab :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s