suaraku oh suaraku!

temen sekamarku namanya ipeh. anaknya cantik, kulitnya putih bersih, wajahnya mulus, badannya proporsional, suaranya juga merdu. bener2 kriteria calon artis. gak heran dia dulu pernah jadi mbakyu favorit nganjuk. well, keadaannya berkebalikan sama aku. istilahnya kalau dia ibarat kereta eksekutif kalau aku paling mentok kereta penataran. ngek!

 

 

beberapa hari yang lalu, dia ngerasa suaranya agak serak gara-gara makan pedes. pas mau lomba menyanyi, dia juga ngejaga banget suaranya dengan gak sembarangan mengkonsumsi makanan. nah dari situ aku mulai berpikir dengan gobloknya –> makan pedes bisa berpengaruh ke suara. aku dari kecil suka makan pedes. berarti ketidakmerduan suaraku disebabkan oleh lombok. asem! eh keliru, pedes!

 

 

sebagai temen, ngelihat potensi keartisannya aku mendukung dia buat ikutan indonesian idol. secara suaranya merdu gitu loh. masa ya tak suruh ikutan silat, kan gak matching. gimana dengan aku? jangankan ikutan audisi, ngisi formulir aja aku gak kuat mental kalau inget betapa gak kerennya suaraku. ngek! mungkin kalau aku jadi kontestan, juri indonesian idol bakalan minta pensiun dini. haaasshhh.

 

 

ketidakmerduan suaraku membawa dampak yang buruk. aku inget dulu pernah ada kejadian konyol antara aku sama umikku yang disebabkan oleh suaraku. waktu itu aku lagi di rumah temen. umikku nelpon, mau nanyain kapan aku pulang. sebagai anak yang berbakti kepada bangsa negara dan orang tua, aku pun mengangkat telpon itu.

 

 

aku: halo, asslamualaikum?

umik: enngggg… halo?

 

 

aku sempet bingung. gimana seh umikku ini. wong disalamin kok malah jawab ‘halo’ dengan nada takut campur curiga. emang apa yang salah denganku? sumpah gak ngerti deh.

 

 

aku: iya mik, halo.

umik: halo? halo? halo?

aku: eerrrr…. (halo-halo mulu deh umikku. apaan coba maksudnya)

umik: INI SIAPA?

 

 

JEDDEEEERRR. ditanya kayak gitu rasanya kayak disetrum pake bledek (eh itu namanya kesamber ya?). apaan coba maksudnya tanya ‘ini siapa?’ ditelpon. jelas-jelas yang ditelpon tuh nomerku, yang ngangkat juga aku, masa ya tanya aku siapa. aneh banget tau gak sih.

 

 

aku: lho kok ini siapa seh mik. ya firda. lha mau siapa lagi?

umik: yang bener? masa seh firda? (umikku ngotot)

aku: iya lah mik. (dalam hati sebenernya pengen jawab, ‘bukan, ini asmirandah’)

umik: oalah firda ta. LHA KOK SUARANYA KAYAK ANAK COWOK. tak kira tadi yang ngangkat cowok, makanya aku kaget.

aku: eerrrrrrr #cegek #hening #ngek

 

 

bisa-bisanya ya umikku yang udah ngelahirin dan ngebesarin aku malah gak ngenali suaraku. ya emang sih suaraku gak selevel sama agnes monica, tapi ya masa separah itu sampai-sampai dikira cowok. lagian yaaaa mana mungkin coba ada cowok yang ngangkat telpon umikku. cowoknya siapa coba? aku aja jomblo sejak lahir. ngenes amat deh.

 

 

tau kenyataan kalau suaraku begitu gak merdu sampai-sampai umikku sendiri aja gak bisa ngenali suara anaknya ditelpon, rasanya aku pengen tiduran di rel. sekalian aja biar dilindes kereta kelinci. uoohh apalah arti hidup ini #lebay. sumpah yaaaa rasanya aku pengen ke pengadilan, mengajukan tuntutan kepada lombok karena telah membuat suaraku jadi gini dan menghancurkan masa depanku sebagai juara AFI indosiar. dasar lombok kurang pedas!

 

 

sejak itu, tiap ditelpon siapapun aku selalu berdehem dulu sebelum akhirnya merasa kuat mental buat ngomong. aku sengaja melembutkan dan menurunkan volume suaraku karena aku gak mau kejadian itu terulang lagi. ngeeeeeeeeekkkk!

2 thoughts on “suaraku oh suaraku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s