dari dunia maya, merambah dunia nyata :)

Semakin canggih teknologi, semakin bermunculan situs jejaring sosial. Semakin banyak situs jejaring sosial, semakin banyak pula orang yang hobi curhat. Melalui status ter-update dalam facebook atau 140 karakter dalam twitter, banyak orang mengungkapkan perasaannya. Entah keluh kesah, kisah asmara, duka lara, dan sebagainya.

Ada seorang temen yang kenalan sama pacarnya dari fesbuk. Trus setiap dia apdet status pengen sesuatu, gak lama kemudian pacarnya tau-tau nongol di depan pintu kosnya bawain sesuatu seperti yang dia tulis di status.

“Kemarin ya aku pasang status pengen jus apukat, eh tau-tau dia dating bawain aku jus. Tiap aku pasang status pengen makan apa gitu, dia langsung dateng bawain makanan. Tiap aku bilang pengen jalan-jalan, dia langsung muncul ngajakin jalan.”

Enak banget ya hidup temenku. Punya pacar berasa punya jin lampu wasiatnya Aladin. Bedanya, jin-nya Aladin muncul tiap lampu wasiatnya digesek, sedangkan pacarnya temenku muncul kalau temenku apdet status.

Yah, dunia bisa menjadi semudah itu untuk dijalani kalau kita punya pacar yang rajin baca status kita. #ngaco

Ngomongin fesbuk, ada lagi seorang temen yang kenalan dan akhirnya ketemuan sama cewek yang dikenalnya di fesbuk. Di fesbuk, cewek itu gak banyak masang foto. Tapi dari sekian banyak foto profilnya yang bergambar kartun, ada foto cewek yang lumayan manis. Temenku ngira cewek yang bakal dia temuin adalah cewek manis itu, sesuai dengan foto profilnya.

Setelah ketemu, ternyata dia bilang cewek itu wajah aslinya gak sama kayak yang di foto fesbuk. Jelas aja temenku kecewa. Dia ngerasa ditipu. Berharap dapat 2 milyar, gak taunya malah dapat zonk. Naas.

Mungkin menurut kalian, temenku cuma melihat seseorang berorientasi pada kondisi fisiknya. Namun menurutku poinnya bukan itu. Poinnya adalah ketidakjujuran si cewek. Coba kalau dari awal ceweknya masang fotonya sendiri, pastinya temenku mau ketemuan bukan hanya melihat jelek atau cakepnya si cewek. Kalau dari awal udah gak jujur, gimana belakang-belakangnya mau mujur kan? Spontan aja temenku mundur teratur.

Aku, sekalipun gak berpotensi menjadi Puteri Indonesia, selalu percaya diri dengan apa adanya diriku. Aku memang gak cantik, gak kaya, gak jenius, dan gak-gak yang lainnya. Tapi satu yang pasti, aku gak memandang seseorang hanya dari kondisi luarnya. Aku lebih menghargai seseorang yang sederhana namun jujur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s