batik tulis KENONGO tulangan sidoarjo :)

KERAJINAN BATIK TULIS HALUS WARNA ALAMI

KHAS KENONGO TULANGAN SIDOARJO

 

 

Laporan Observasi

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Pengembangan Pendidikan Kesenian Sekolah Dasar

yang dibina oleh Bapak Sumanto

 Oleh

Firdaus Su’udiah

100151400140

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN KSDP

Oktober 2012

LAPORAN OBSERVASI KARYA SENI-BUDAYA

  1. A.      JENIS SENI

Seni rupa terapan yaitu kerajinan batik.

Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Seni rupa terapan juga dapat diartikan sebagai karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kejiwaan) manusia.

Seni rupa terapan memiliki fungsi guna atau pakai. Artinya selain sebagai benda yang bernilai seni (artistik) juga sebagai benda yang indah (estetis) dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis.

Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto. Selain itu kaya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.

  • Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju, sprei, kain, gorden, dll.

Karya seni rupa terapan daerah setempat yaitu karya seni rupa yang memiliki fungsi pakai/guna, dibuat dengan teknik (cara) dan media yang ada di daerah setempat, sebagai aset atau kekayaan budaya nasional.

Karya seni rupa terapan daerah setempat diciptakan untuk tujuan melestarikan nilai-nilai tradisi dan adat dalam proses serta teknik berkarya seni rupa daerah setempat. Bentuk, model, teknik, dan media memiliki keunikan/karakteristik tersendiri, sebagai kekayaan seni budaya.

Selanjutnya, berbicara mengenai kerajinan batik, batik merupakan budaya nasional yang sudah banyak dikenal di mancanegara. Sebagian besar daerah di Indonesia memiliki karya seni batik yang berbeda jenis dan coraknya. Batik termasuk karya seni terapan dua dimensi yang umumnya digunakan sebagai nama motif atau corak batik.

Sumber:

(http://dianvalen.wordpress.com/seni-murni/)

(http://mbyarts.wordpress.com/2010/12/01/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah-setempat/)

Berdasarkan literatur di atas, dapat diketahui bahwa batik merupakan salah satu hasil karya seni rupa terapan dua dimensi. Batik memiliki fungsi estetis dan fungsi praktis. Batik dapat memenuhi kebutuhan manusia akan rasa keindahan. Keindahan batik tercermin dari motif-motifnya yang khas, serta komposisi yang tepat, baik itu warnanya, maupun desainnya. Keindahan pola/desain batik dituangkan dalam sepotong kain dengan peletakan motif yang tepat sehingga makin menambah nilai estetis batik itu sendiri.

  1. B.       BENTUK

Kain, jarik, taplak meja, selendang, busana, dll.

  1. C.      MEDIA

Dalam proses pembuatan batik, media yang digunakan yaitu sebagai berikut:

  1. Kain

Kain yang digunakan terdiri atas berbagai jenis kain. Di antaranya kain katun dan kain sutera. Kain katun yang digunakan dapat berupa katun primasima, prima, folisima, paris, shantung, santiu, maupun blaco. Kain sutera yang digunakan pun beragam, di antaranya sutera 541, 542, 543, 56 1-3, salur, organdi, maupun ATBM (alat tenun bukan mesin).

  1. Canting
  2. Malam (lilin)
  3. Kompor
  4. Wajan
  5. Pewarna

Pewarna yang digunakan terdiri atas 2 macam, yakni pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diperoleh dari sayur-sayuran maupun buah-buahan. Sedangkan pewarna sintetis yang digunakan yaitu naptol dan indigosol.

  1. Air
  1. D.      FUNGSI

Selain dinikmati keindahannya, batik juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya yaitu digunakan sebagai jarik, selendang, busana, sprei, dan taplak meja.

  1. E.       VISUALISASI

Pembuatan batik dilakukan melalui beberapa proses. Berikut uraian singkat tentang proses pembuatannya.

  1. Memilih dan memotong kain sesuai ukuran. Biasanya untuk membuat hem lengan panjang, kain yang dibutuhkan yaitu 2,4 m (240 cm), sedangkan untuk membuat hem lengan pendek, kain yang dibutuhkan yaitu 2 m (200 cm).
  2. Membuat desain di kertas sesuai pesanan.
  3. Memindahkan desain yang telah jadi ke potongan kain.
  4. Membatik atau disebut juga proses mencanting atau merengreng. Proses ini bisa memakan waktu hingga 3 hari.
  5. Menembok, yaitu mengambil warna yang putih dengan cara menutupinya dengan malam (lilin) agar tidak terkena warna lain.
  6. Merendam kain yang telah ditembok selama 1 malam.
  7. Mewarna kain sesuai pesanan.
  8. Mencelupkan kain ke air selama 3 kali. Air yang digunakan yaitu air biasa. Hanya saja, airnya harus air yang mendidih sehingga bisa mudah dicampur dengan obat.
  9. Menjemur kain sampai kering.
  10. Membatik lagi untuk yang kedua kalinya.
  11. Menembok (tutup warna) lagi untuk yang kedua kalinya.
  12. Merendam lagi untuk yang kedua kalinya.
  13. Mewarna lagi untuk yang kedua kalinya.
  14. Mencelupkan kain ke air selama 3 kali untuk kedua kalinya.
  15. Menjemur lagi kain sampai kering.
  16. Demikian seterusnya. Proses tadi diulang-ulang hingga mendapatkan warna yang sesuai dengan pesanan. Semakin banyak warna yang dipilih, maka semakin lama pula proses pembuatannya.
  1. F.       NILAI ESTETIS

Batik tulis halus warna alami “SARI” Kenongo memiliki motif khas tersendiri yang membedakannya dengan batik-batik di daerah lain. Batik Kenongo bercirikan motif sunduk kentang, bayeman/kembang bayem, kembang asem, dan kepyokan. Motif khas inilah yang membedakan batik Kenongo dengan batik lain, bahkan batik Jetis (batik Sidoarjo lainnya) sekalipun.

Di setiap batik yang dibuat, ciri khas tersebut tidak pernah terlewatkan. Bagaimanapun desain atau polanya, ciri khas tersebut tidak pernah ketinggalan.

Pembuatan batik tulis juga melewati beberapa proses panjang dan detail. Gambar atau pola yang diinginkan diletakkan atau dipindah ke bidang gambar, yaitu kain, dengan memperhatikan unsur tata letak. Pola tidak digambar sembarangan, melainkan diletakkan di posisi yang pas. Bagian dada, saku, punggung, semuanya digambar dengan pas dan dibatik dengan telaten. Hal ini membuat penikmatnya semakin menikmati keindahan batik.

Selain itu, komposisi warna juga baik sekali. Warna yang dipadukan selaras sehingga enak dilihat. Warna yang dipilih tidak asal-asalan atau tubruk warna, melainkan dipadupadankan sedemikian rupa sehingga kain batik yang dihasilkan menjadi begitu sedap dipandang.

  1. G.      SUMBER/INFORMAN

Sumber atau informan yang saya wawancarai yaitu pemilik galeri batik tulis “SARI” Kenongo, Kec. Tulangan, Kab. Sidoarjo. Galeri batik tulis halus warna alami ini beralamtkan di Jalan Raya Kenongo Timur No. 05 RT 01 RW 01 Tulangan, Sidoarjo.

Beliau bernama Painah, namun akrab disapa Bu Hartono sesuai dengan nama suaminya. Beliau lahir di Sidoarjo, 13 Maret 1961. Bu Hartono memulai karirnya sebagai  pebatik saat kelas 1 SD, tahun 1968.

Ketika itu, ia hanyalah buruh batik dari seorang majikan bernama Usman. Beliau menjadi buruh batik selama 25 tahun. setelah sang majikan meninggal dunia, ternyata keluarga majikannya tidak ada yang meneruskan membatik. Karena ingin melestarikan batik, Bu Hartono mendirikan usaha batik sendiri pada tahun 1997. Setelah 2 tahun berdiri, tahun 1999 Bu Hartono membuka showroom/galeri batik yang ia beri nama “SARI”.

Kini, Bu Hartono sudah bisa menikmati hasil kerja kerasnya dari kecil. Ia memiliki 30 orang karyawan yang bekerja di rumahnya dan 280 orang lebih yang menjadi buruh batik rumahan di bawah naungannya. Batik produksinya dijual di galeri yang terletak di depan rumahnya maupun dipasarkan melalui pameran-pameran batik. Harga penjualan untuk sepotong kain batik tulis berkisar antara 150 ribu hingga 4 juta rupiah, sedangkan untuk batik cap/printing harganya berkisar antara 80-125 ribu rupiah.

2 thoughts on “batik tulis KENONGO tulangan sidoarjo :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s