beberapa jam sebelum akad nikah

saat naik kereta, aku selalu lupa waktu. hmm.. salah. mungkin begini lebih tepatnya: ingat, tetapi gak kerasa. aku ingat kalau lama perjalanan sidoarjo-malang tuh dua jam, tapi aku suka gak ngerasa aja gitu eh tau-tau udah nyampai malang aja.

aku ingat kalau waktu yang kulalui tuh dua jam. aku sadar, aku tau. tapi aku seolah gak ngerasa kalau dua jam itu udah berlalu. ternyata banyak banget stasiun yang kulewati selama dua jam it. banyak banget asongan yang lalu lalang selama jam yang sama.

 

begitu nyampe malang, kerasa banget kalau aku kangen ketemu penumpang yang asik diajak ngobrol. aku kangen melihat hamparan padi yang ditanam di terasiring pegunungan. aku kangen tidur sambil nyender di jendela. kangen semuanya sampai terbersit pikiran pengen mengulanginya lagi. mengulangi dua jam yang telah berlalu.

 

sama halnya dengan apa yang kurasakan malam ini. aku mendadak galau, antara seneng juga sedih, antara bahagia dan gak nyangka.

 

malam ini malam terakhir masku menjadi seorang lelaki lajang. besok, ia bukan lagi bujangan, melainkan suami orang.

 

setelah 24 tahun, akhirnya ia memutuskan untuk menikah. jujur, aku seneng dan bahagia banget masku akhirnya menemukan pendamping hidupnya. tapi, aku masih gak nyangka aja ternyata semuanya berjalan secepat ini. sumpah gak kerasa banget.

 

19 tahun yang lalu, saat aku dilahirkan, abah bilang kalau masku kecewa dengan kelahiranku. dia yang masih polos berkata, “yaaaa… kalau adek bayinya perempuan, berarti motong kambingnya cuma satu dong.” oke fine, polos sekali dia.

 

hari demi hari kujalani sebagai adiknya sampai kemudian muncul adikku yang sekarang berusia 16 tahun. kami bertiga menjalani hari-hari dengan sukacita. sesekali kami bertengkar, tapi gak pernah diambil hati.

 

aku bener-bener gak nyangka ternyata waktu berjalan secepat ini. aku sadar betul dia udah 24 tahun dan aku juga udah 19 tahun bersamanya dalam satu rumah. tapi balik lagi, ternyata waktu 2 dekade tuh bisa kerasa secepet ini ya?

 

aku jadi inget kenangan-kenanganku dengannya. dulu, tiap pagi aku selalu bawa gayung berisi air untuk membangunkannya. kupanggil namanya gak denger, kucubit-cubit gak kerasa, maka menciprati wajahnya dengan air merupakan langkah terakhir untuk membangunkannya.

 

aku juga inget ketika dia kencan dengan pacarnya atau dia punya uang lebih, dia selalu membelikan aku dan adikku makanan. dia memang jarang ngomong, tapi sebenarnya dia penyayang.

 

begitu banyak hal yang kualami bersamanya. dan hal-hal itu satu persatu menari-nari di depanku seolah dengan sengaja mengingatkanku akan masa lalu.

 

ini berat. tapi gak ada lagi pilihan. hidup harus terus berjalan.

 

besok, dia akan memegang tangan penghulu sambil membaca ijab qabul. dia akan mempersunting seorang perempuan cantik yang seprofesi dengannya.

 

meski semua ini masih terasa sulit untuk dipercaya, tapi aku harus terima. gak mungkin juga kan masku harus jomblo selamanya? setiap manusia pasti akan mengalami perubahan fase hidup. hidup itu dinamis, bukan statis.

 

untuk masku, selamat menempuh hidup baru

esok, kau akan sah menjadi seorang suami

akan kau miliki seorang istri yang selama ini kau cari

semoga bahagia selalu

doaku dan doa kami semua menyertaimu🙂

5 thoughts on “beberapa jam sebelum akad nikah

  1. paleng moleh zak marine natal nek zido. Nek kecantol arek kupang yo g moleh forever he he he 3x. nek aku BONEK koen kate lapo..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s