Guru Bukan Malaikat

aku emang nggak jago banget bahasa inggris. kemampuan bahasa inggrisku cukupan deh, nggak lancar-lancar banget. meski begitu, aku punya beberapa murid les yang udah kuanggap seperti adikku sendiri.

 

terkadang, aku nggak bisa jawab pertanyaan mereka. aku berpikir keras, tetep aja nggak tau. akhirnya kubilang pada mereka, “sorry, i don’t know. i promise i’ll find the answer. i’ll tell you the answer next time.”

 

sempet ada yang protes, “mbak.. pean kan guru. masa nggak tau sih? masa guru lupa? masa guru salah?”

 

aku tersenyum mendengar kalimat bernada protes itu. kukatakan pada mereka,

 

“guru itu manusia apa malaikat?”

 

mereka menjawab, “manusia, mbak.”

 

“kalau guru itu manusia, berarti bisa salah juga dong? iya kan?”

 

“iya, mbak.”

 

“bisa lupa juga nggak?”

 

“bisa, mbak.”

 

“nah itu tau….”

 

aku memberi jeda sejenak pada perkataanku. kemudian aku melanjutkan, “guru itu gak boleh takut salah. kalau emang nggak bisa, ya bilang nggak bisa. kalau nggak tau, ya harus ngaku. kalau emang salah, ya harus bilang salah. yang penting, ada usaha untuk mencari tau dan memperbaiki.”

 

“kalian pilih mana… punya guru yang merasa selalu paling benar, memaksa untuk selalu tampak hebat di mata kalian padahal sebenernya jawabannya salah, udah gitu nggak mau dengerin masukan dari kalian, nggak ada usaha memperbaiki diri… atau punya guru yang jujur kalau emang nggak tau jawaban dari pertanyaan kalian, mengaku dan meminta maaf pas penjelasannya salah, lalu berusaha mencari tau dan esoknya menyampaikan kebenarannya pada kalian. kalian pilih mana hayo?”

 

“pilih yang kedua, mbak. guruku di sekolah tipe pertama, mbak. sukanya sak karepe dewe. padahal salah, tapi diingetin gak pernah mau.”

 

“suka nggak punya guru yang kayak gitu?”

 

“nggak, mbak. mending tipe yang kedua tadi.”

 

well, menurutku menjadi guru gak sekedar menyampaikan ilmu atau menjadi panutan, melainkan harus bisa mengisi jiwa-jiwa kecil itu menjadi penuh terisi dengan senyum keceriaan, semangat, kejujuran, rendah hati, dan optimisme.

 

untuk mengajari muridku tentang pentingnya kejujuran, aku mengajari diriku terlebih dahulu untuk jujur. kukatakan kalau aku nggak ngerti, lalu sepulang mereka les aku segera mencari tau, mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, lalu menyampaikan kebenarannya di pertemuan selanjutnya.

 

semestinya guru emang harus seperti itu. meski jadi panutan, guru bukanlah dewa yang setiap perkataannya selalu benar. guru bukan malaikat yang gak memiliki cacat sedikitpun.

 

setiap guru harus memosisikan dirinya layaknya seorang manusia biasa. terkadang salah, terkadang lupa. kesadaran akan siapa diri kita yang sebenarnya sangat penting. dengan demikian, guru dapat senantiasa memperbaiki diri menjadi lebih positif.

 

apa gunanya tampak berwibawa seolah mengerti segalanya padahal kenyataannya nggak kayak gitu? apa artinya kelihatan menguasai dunia dan seisinya padahal pas ditanya jawabnya ngawur?

 

kan mending ngaku, jujur apa adanya. kalau udah gitu, langkah selanjutnya adalah terus menggali informasi agar wawasan guru semakin bertambah. lupain deh soal gengsi. nggak ada hukum yang ngatur kalau guru dilarang salah. nggak ada dalilnya juga.

 

guru bisa saja melalukan kesalahan berbeda dengan sengaja melakukan kesalahan. guru bisa saja salah, tetapi guru tidak boleh dengan sengaja melakukan kesalahan.

 

kepada semua guru atau calon guru, jangan berpegang pada gengsi. berpeganglah pada prinsip bahwa siswa harus dididik dengan benar. akan jadi apa siswa-siswa kita jika kita sebagai guru mendidiknya dengan kebohongan yang kita jadikan alasan sebagai tameng kewibawaan kita di depan siswa?

 

menurutku, guru yang berwibawa dan keren bukan guru yang ditakuti siswanya dan yang nggak pernah salah, melainkan guru yang selalu mengupayakan yang terbaik bagi siswanya sehingga dia terus memperbaiki kualitas dirinya.

 

itu baru namanya guru keren.😀

 

so, am i cool enough to be teacher?😀

6 thoughts on “Guru Bukan Malaikat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s