Surga Tersembunyi Probolinggo

It has been a long time, guys. Kuliah dan aktivitas lainnya begitu menyibukkanku sampai jarang nulis. Rasanya kangen banget. Iya, kangen. Kangenku sama dunia tulis menulis tuh kayak kangennya anak sekolah sama liburan. Kangeeennn banget hihihi *lebay.

 

By the way, kemarin libur tahun baru kemana? Santaiiii,gaeess.. Aku nggak tanya ‘sama siapa’ kok… Aku cuma tanya, ‘kemana?’😀 I think it’s an easier question to answer. Kalau seumpama kalian liburan di rumah aja, it’s okay. It’s not too bad. Emang pas musim liburan tahun baru gitu kan banyak acara keren di televisi. Jadi okelah nyantai di rumah, nonton TV, sambil ngemil kacang.
Kalau ngomongin soal liburan, siapa sih yang nggak suka? Ada gitu? I don’t think so. Kupikir semua orang sangat perlu liburan, and they’ll gonna love it. Kebetulan pas momen liburan akhir 2014 kemarin, aku sekeluarga pergi ke Probolinggo.

Jarak dari Sidoarjo ke Probolinggo ditempuh sekitar sejam setengah. Naik mobil loh ya. Beda lagi kalau mancal apalagi jalan kaki. Hari itu Jumat tanggal 26 Desember 2014. Tujuan pertama ke Pantai Bentar. Pengunjung cukup membayar 5 ribu rupiah untuk bisa masuk ke kawasan wisata ini. Lokasi pantai ini nggak jauh dari kota. Untuk ke pantai ini juga nggak susah, tinggal lurus ke timur lewatin jalur pantura Surabaya-Banyuwangi. Karena pantai ini termasuk pantai utara Jawa (pantura), panasnya minta ampun. Selain itu, airnya juga butek kecoklatan gitu. Nggak kayak di pantai selatan.

 

Dateng ke Bentar sama kayak dateng ke Kenjeran. Serius, panas abis. Ibaratnya tuh kayak sate yang ngedatengin arang, siap-siap kepanggang deh. Alhasil, kulitku semakin ireng keleng-keleng nyentrong. Mati wes. Tambah peteng kulitku😐

 

Bagusnya, di Bentar ada jembatan kayu yang panjang. Kalau di Kenjeran kan jembatan kayunya pendek. Selain panjang, jembatannya juga menyebar jadi empat. Jadi prapatan deh. Salah satu jembatan ada yang mengarah ke arah hutan mangrove yang ada di sekitar pantai. Adanya jembatan ini menjadi salah satu daya tarik buat foto-foto. Terima kasih pihak pengelola karena telah mengerti kebutuhan wisatawan untuk narsis dan eksis. Nih princess kasih lihat penampakan jembatannya.

 

jembatan kayu pantai bentarjembatan kayu pantai bentar

 

princess phierda di mangrove pantai bentarprincess phierda di mangrove pantai bentar

 

pantai bentar probolinggopantai bentar probolinggo

 

Selain jembatan dan mangrove, di pantai ini juga terdapat banyak permainan, seperti kereta mini, sepeda air, ayunan, jungkat-jungkit, komidi putar, kolam renang, dan lain-lain. Tempatnya luas, jadi enak buat keluarga yang mau berwisata. Apalagi di dekat pantai banyak tersedia gazebo untuk duduk, makan, atau sekedar ngiyup. You know why lah, panas broooh…

 

Puas wisata di pantai, aku sama keluarga melanjutkan perjalanan. Berhubung Jumat, berhentilah kami di salah satu masjid di kawasan Gending. Apapun kegiatannya, dimanapun tempatnya, tetep nggak boleh melalaikan kewajiban untuk sholat Jumat bagi laki-laki muslim. Sementara Abah, mas, sama adekku Jumatan, aku, Umik,mbak Ismi, sama baby Naya beristirahat di bawah pohon keres.

 

masjid besar al hikmah gending probolinggomasjid besar al hikmah gending probolinggo

 

Abis sholat, perjalanan berlanjut. Semua orang pada nanyain mau kemana selanjutnya. Kubilang kalau tujuan selanjutnya adalah danau di kecamatan Tiris. Awas, jangan mainan pisau nanti ke-Tiris😀 Aku sendiri juga nggak tau tuh danau lokasi tepatnya dimana, secara ini kali pertama aku ke Probolinggo. Biasanya kan cuma numpang lewat atau numpang pipis doang di Probolinggo selagi perjalanan ke Bali.Tapi waktu di pantai aku sempet nanya sama penjual pentol, katanya danau yang kumaksud tuh masih lurus ke timur lagi trus nanti ada pertigaan belok kiri. Masalahnya ada banyak pertigaan dan si Bapak nggak ngasih tau lokasi pertigaan yang fix dimana.

 

Aku search lokasi danaunya di GPS, ternyata nggak muncul. Tanya-tanya deh akhirnya ke orang. Nggak keitung deh berapa kali tanya. Abah udah ngedumel aja gitu karena perjalanan udah jauh tapi belum nyampe juga. Akhirnya kita menemukan pertigaan yang di maksud si Bapak penjual pentol tadi. Pertigaan itu belok ke kanan, ke arah pabrik gula sama Songa rafting. Belok doang, abis itu luruuuuuussssss teruuuuussss… masih jauh broooh!!! Untuk dapat mencapai danau, kami melalui perjalanan panjang yang cukup jauh dan sepi. Secara kita melewati jalanan pegunungan yang kiri kanannya hutan gaesss… berbagai macam tumbuhan tumbuh di situ. Kalau kata lagu, kiri kanan kulihat pohon cemara. Tapi kenyataannya, kiri kanan kulihat pohon duren, alpukat, nangka, pisang, jagung, cabe, singkong, dan masih banyak lagi. Kadang juga kiri kanan jurang. Makanya kudu ekstra hati-hati.

 

Meski jalanannya nggak mulus, aspal lobang-lobang, kadang juga masih tanah, tetapi perjalanannya seru dan mengasyikkan. Sepanjang jalan kami nggak berhenti berucap subhanallah. Sekarang coba bayangin deh, siapa coba yang membuat gunung berjejer tinggi dan kokoh kalau bukan Allah? Siapa yang membuat pepohonan dan tetumbuhan subur kalau bukan Allah? Subhanallah banget deh…

 

Sekitar satu jam perjalanan, sampailah aku dan keluarga di desa Segaran, kecamatan Tiris, Probolinggo. Di sebelah koramil, ada gang kecil. Pada gang itu terdapat gapura yang bertuliskan ‘Kawasan Wisata Ranu Segaran’. Aahh senangnya hatiku akhirnya ketemu juga. Kami belok ke situ. Selain ke Ranu Segaran, arah yang sama juga bisa menuju ke air panas.

 

Dari kejauhan, ranu atau danaunya udah nampak. Cantik banget. Abah sama yang lain yang tadinya sedikit kesal karena nggak nyampe-nyampe, langsung kagum dan terpesona dengan indahnya danau terpencil ini. Mungkin karena aksesnya yang susah atau kurangnya publikasi, nggak banyak wisatawan yang ke sana. Padahal cantiknya Ranu Segaran nggak kalah sama Ranu Kumbolo. Aku belum pernah ke RanuKumbolo sih, cuma lihat di TV doang. Tapi kalau di Ranu Kumbolo kan harus mendaki dulu, kalau ini nggak usah.

 

Pas nyampe situ, adem gitu gaes. Sejuk, semuanya serba hijau. Ada satu gazebo gitudi deket danau, bisa buat lesehan makan bareng. Di danaunya ada jembatan kayu pendek gitu, ada beberapa orang yang mancing disitu. Untuk masuk ke danau ini, pengunjung dikenakan tarif 2000 apa 4000 ya, lupa aku. Murah kok. Di Ranu Segaran juga ada speed boat sama sepeda air. Nggak mahal kok tarifnya kalau mau main.

 

Waktu aku kesitu, nggak banyak pengunjung. Cuma ada beberapa orang yang mancing trus pulang. Jadi berasa danau pribadi. Serius deh. Di dekat danau ini ada sebuah musholla kecil dan satu warung kecil gitu. Mungkin itu warung yang sekaligus rumah milik pengelola danau ini. Nih aku kasih lihat foto-fotonya.

 

jembatan ranu segaranjembatan ranu segaran

eksotisme ranu segaran probolinggoeksotisme ranu segaran probolinggo

speedboat dan sepeda air di ranu segaranspeed boat dan sepeda air di ranu segaran

phierda makan bersama keluarga di gazebo ranu segaranphierda makan bersama keluarga di gazebo ranu segaran

Puas banget ke Ranu Segaran. Perjalanan panjang yang melelahkan terbayar sama indahnya danau ini. Kami bertujuh pun melanjutkan perjalanan. Tadinya mau langsung pulang gaes. Tapi aku masih kepo sama satu danau lagi, namanya Ranu Agung. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan setelah bertanya ke sesepuh (Mbah Google), di Ranu Agung ada tebingnya. Lebih gahar, lebih kece. Alhasil perjalanan pulang di pending dulu. Mumpung di Prolink, sekalian deh nyari lokasi tuh danau. Kapan lagi kaaaannn??

 

Untungnya lokasi Ranu Agung berada di kecamatan yang sama dengan Ranu Segaran, yaitu kecamatan Tiris. Dari desa Segaran, masih naik lagi sekitar 20 menit. Ada satu Ranu lagi sih, namanya Ranu Ronggojalu. Tapi lokasinya nggak searah. Jadi kapan-kapan aja deh.

 

Jalan menuju Ranu Agung lebih we o we. Jalan masih berupa tanah. Dan satu lagi,sempit. Jalan itu membelah hutan yang sepi dan hanya bisa dilewati satu mobil. Jadi pas ketemu dua mobil yang berlawanan arah, harus pinter-pinter cari tanah yang agak lebar dikit biar bisa papasan. Sepanjang jalan sepi banget, agak serem juga. hiiyyyy…

 

Finally, sampailah kami di Ranu Agung. Waaah cantiknyaaa ruaarrrr biaaasaaaa… serius deh, nggak rugi sama perjalanannya. Sayangnya, kendaraan nggak bisa turun mendekati danau kayak di Ranu Segaran. Kendaraan harus di parkir di atas, di pinggir jalan dekat rumah warga.

 

Untuk turun ke Ranu Agung, pengunjung harus melewati jalan setapak yang licin. Kawasan ini gratis alias nggak bayar karena masih alami banget. Kalau di Ranu Segaran kan udah ada pengelolanya, ada speed boat dan sepeda air. Kalau di Ranu Agung, itu bener-bener cuma danau aja, nggak ada yang lain. Ada sih, beberapa rakit. Tapi nggak ada rumah. Rumah penduduk ada di atas. Jadi, di danau ini cocok buat yang mau nge-camp karena emang masih sepi dan alami banget.

 

Waktu itu cuma aku sama adekku aja yang turun, yang lain nunggu di atas. Karena jalanannya cukup curam dan licin, jadi mereka memutuskan untuk menikmati danau dari atas. Aku turun nggak sampai danau karena adekku udah sambatan kebelet pipis. Tapi biar nggak sampai bawah, pemandangannya tetep kece badai broh. Bener-bener surga yang tersembunyi. Nih foto-foto liburanku bersama keluarga di Ranu Agung.

indahnya ranu agung probolinggoindahnya ranu agung probolinggo

mas, mbak ismi, dan baby naya di ranu agungmas, mbak ismi, dan baby naya di ranu agung

abahnya princess phierda tersayangabahnya princess phierda tersayang

phierda, umik, adek, dan baby naya di ranu agungphierda, umik, adek, dan baby naya di ranu agung

Menyenangkan rasanya bisa liburan, terlebih bersama orang-orang terkasih. Pantai Bentar, Ranu Segaran, dan Ranu Agung adalah bukti betapa indahnya negeri kita, Indonesia. Sungguh beruntung bangettt gaeess kita bisa hidup di negeri yang subur dan cantik ini. Jadi jangan dikotori yaaa kecantikan negeri kita dengan tindakan-tindakan negatif. Masih banyak tempat lain di Indonesia yang juga nggak kalah cantiknya. Explore it, pasti semakin menambah kecintaan kita terhadap negeri kita ini dan menambah keimanan kita akan bukti-bukti kekuasaan-Nya.

 

Nggak usah jauh-jauh ke luar negeri. Negeri tetangga mungkin terlihat mewah, tapi negeri kita sendiri lebih indah dan istimewa. Keindahan alam Indonesia begitu mempesona ya🙂 Pantai Bentar, Ranu Segaran, dan Ranu Agung adalah harta Probolinggo –khususnya-dan Indonesia –umumnya-, yang paling berharga. Dan bagiku, mereka –Abah, Umik,mas, adek, mbak Ismi, baby Naya-, adalah hartaku yang paling berharga.

 

Karena sekali lagi, harta kita yang paling berharga adalah keluarga.

 

 

Love,

PhieRda❤

2 thoughts on “Surga Tersembunyi Probolinggo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s